Aksi Budaya Seniman Yogyakarta: Gelar Pameran hingga Penggalangan Donasi Karhutla di Jalan Malioboro
(Yogyakarta) - Kota Yogyakarta kembali menjadi panggung ekspresi bagi para seniman untuk menyuarakan kritik, inspirasi, serta kepedulian mereka terhadap kondisi bangsa dan lingkungan saat ini. Selain menggelar pameran seni, para seniman ini juga turun langsung ke Jalan Malioboro untuk menggalang donasi bagi para korban musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah pameran seni lukis bertajuk "Rindang" yang diselenggarakan oleh Komunitas Sapaku. Bertempat di sebuah galeri di kawasan Karangwaru, Yogyakarta, pameran ini menampilkan puluhan karya dari para perupa Yogyakarta dengan mengusung tema pepohonan.
Pameran seni lukis ini hadir sebagai wadah refleksi sosial dan lingkungan, sekaligus memperingati 100 hari berpulangnya maestro seni Indonesia, Nasirun. Melalui goresan kuas dan warna, para seniman menyuarakan pesan mendalam tentang pentingnya kelestarian alam, penghijauan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Seniman Yogyakarta, Sita Adhisakti, mengungkapkan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya, melainkan panggilan jiwa para seniman untuk merespons isu lingkungan yang kian memprihatinkan.
"Lewat tema 'Rindang', kami ingin mengajak masyarakat kembali melihat betapa krusialnya peran pohon dan alam bagi kehidupan kita. Karya-karya di sini adalah bentuk refleksi sekaligus alarm bagi kita semua agar tidak berhenti menjaga kelestarian lingkungan," ujar Sita Adhisakti di lokasi pameran.
Hal senada disampaikan oleh guru lukis Yuswantoro Adi. Ia menegaskan bahwa seni harus mampu menjadi media edukasi dan penggerak kesadaran publik.
"Pameran ini juga menjadi ruang penghormatan untuk mendiang Mas Nasirun yang selalu mengajarkan kita untuk peka terhadap alam. Melalui karya anak-anak dan para perupa ini, kami berharap pesan tentang pentingnya reboisasi dan perlindungan alam bisa tersampaikan lebih luas," kata Yuswantoro Adi.
Tidak hanya di dalam galeri, aksi kepedulian juga bergulir riuh di ruang publik. Di sepanjang Jalan Malioboro, ratusan musisi jalanan yang tergabung dalam Paseduluran Malioboro menggelar pentas amal bertajuk "Dari Malioboro Memelukmu dengan Cinta". Aksi ini ditujukan untuk mengumpulkan bantuan bagi warga yang terdampak Karhutla di Kalimantan.
Aksi sosial yang berkolaborasi dengan mahasiswa asal Kalimantan ini digelar merata di sejumlah titik strategis Kota Yogyakarta, mulai dari Kawasan Tugu Jogja, depan Gedung DPRD DIY, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, hingga pusat Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Menariknya, selain aksi seni dan penggalangan donasi, masyarakat Yogyakarta juga menggelar tradisi 'Sego Gudangan' atau bentuk semangat gotong royong warga.
Aksi ini mengajak seluruh pelaku usaha, pedagang, seniman, hingga wisatawan untuk bersama-sama menjaga suasana sosial Kota Yogyakarta agar tetap aman, nyaman, dan penuh solidaritas. (Rsi)
0 Comment