Imbas Musisi dan UMKM Mundur di Rans Carnival, Kapolresta Sleman Himbau Masyarakat Tidak Terpancing Hoax

Foto: Sumber IG Merapi Uncover
(Yogyakarta) - Setelah sejumlah musisi hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memutuskan mundur dari event Rans Carnival yang digelar Rans Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 muncul pesan berantai yang mancatut nama Kapolresta Sleman,
AKBP Dhimas Prasetyo.
Pesan berantai yang beredar di media sosial (seperti Threads) mencatut nama Kapolresta Sleman dan Kasat Binmas terkait skema pengumpulan warga dan pembagian uang untuk pengerahan massa ke acara tersebut. Seperti diketahui keputusan mundurnya para musisi dan UMKM tersebut disampaikan melalui akun media sosial masing-masing. Beberapa musisi yang mengumumkan pengunduran diri di antaranya Om Wawes, Tipe-X, dan Guyon Waton.
Salah satu pelaku UMKM menyatakan mundur sebagai tenant makanan dan minuman (FnB). Netizen juga banyak menyerukan untuk memboikot acara ini. Diketahui Rans Entertainment merupakan perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad.
Menurut Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo, pihak kepolisian secara tegas membantah adanya pengerahan massa maupun pembagian uang belanja senilai Rp50.000 untuk meramaikan acara Rans Carnival di Stadion Maguwoharjo.
"Saya tegaskan, kami dari kepolisian hanya mengamankan lokasi kegiatan bukan seperti yang dimaksud pengerahan massa untuk datang ke lokasi," jelas AKBP Dhimas.
Polresta Sleman menegaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi hanya untuk pengerahan personel pengamanan resmi atas permohonan penyelenggara, bukan memobilisasi warga.
"Pihak kepolisian mengimbau masyarakat Yogyakarta dan Sleman agar tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif di tengah polemik terkait acara tersebut," tegas AKBP Dhimas.
Sementara Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menegaskan institusinya tidak pernah terlibat dalam skema pengerahan massa maupun pembagian uang tunai seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut.
“Perlu kami tegaskan, Polresta Sleman tidak pernah melakukan pengerahan massa. Yang dilakukan adalah pengerahan personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat,” katanya. (Rsi)
0 Comment