post image

Langkah Iman: Puluhan Peziarah Ikuti "El Camino" Menuju Sendangsono

  • Administrator
  • 28 Feb 2026
  • News

(Sleman) – Semangat spiritualitas menyelimuti kawasan Taman Doa Maria Oblat di Blotan Wedomartani, Sleman, Sabtu (28/2/2026). Puluhan umat Katolik berkumpul untuk mengikuti kegiatan ziarah jalan kaki bertajuk "El Camino: Ziarah Iman Bersama Membangun Pengharapan."
​Perjalanan suci ini mengambil rute simbolis yang menghubungkan dua titik spiritual penting di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni dimulai dari Taman Doa Maria Oblat di Blotan, Sleman dan berakhir di Gua Maria Sendangsono.

​Tema "Membangun Pengharapan" menjadi inti dari kegiatan ini. Terinspirasi dari tradisi Camino de Santiago di Spanyol, para peserta diajak untuk tidak hanya sekadar berjalan secara fisik, tetapi juga melakukan refleksi batin sepanjang rute yang ditempuh.

Romo Eko Saktio OMI, selaku koordinator acara sekaligus Rektor Skolastikat OMI di Wisma Gema Senot menyampaikan El Camino merupakan penziarahan bersama dengan umat dari Klaten sampai ke Gua Maria Sendangsono.

​"El Camino bukan sekadar olahraga atau jalan sehat. Ini adalah bentuk doa yang bergerak. Kita meninggalkan kenyamanan sejenak untuk mencari kedekatan dengan Sang Pencipta melalui alam dan sesama peziarah," ujar Romo Eko di lokasi pemberangkatan.

​Dimulai sejak pagi hari dari Taman Doa Maria Oblat, para peziarah melintasi jalur yang menawarkan pemandangan asri sekaligus menantang. Penggunaan tas punggung dan tongkat jalan oleh para peserta menambah kesan autentik dari ziarah panjang ini.

Langkah kaki dimulai dari Taman Doa Maria Oblat, tempat peserta mengawali langkah dengan doa bersama. Peserta melintasi jalur perbukitan yang melambangkan lika-liku kehidupan iman. Hingga titik finish di Gua Maria Sendangsono, di tempat ini peserta disambut dengan suasana tenang untuk melakukan devosi dan misa penutup.

​Selain aspek personal, kegiatan ini juga bertujuan mempererat persaudaraan antarumat. Sepanjang perjalanan, terlihat para peziarah saling membantu dan berbagi sapa, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental di bawah naungan cahaya matahari yang hangat.

Salah seorang peserta atau pemnziarah Hartoyo menyebutkan baru kali pertama perdana mengikuti El Camino ini dan berharap bisa mengikuti penziarahan di masa yang akan datang. Ia mengaku senang bisa menyelesaikan penziarahan perdana bersama meskipun banyak tantangan. 

"Tetapi pada akhirnya kita menemukan apa yang menjadi makna penziarahan itu, yaitu berjalan bersama, bersama dengan yang lain dalam suka dan duka, tapi tentu juga bersama dengan Tuhan," jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa syukur di Gua Maria Sendangsono saat senja mulai turun, membawa kedamaian bagi setiap hati yang telah melangkah jauh demi iman.

"Berjalan bersama seperti ini membuat beban terasa lebih ringan. Kami saling menguatkan, sesuai dengan tema kita hari ini yaitu membangun pengharapan bersama-sama," pungkasnya. (Rsi)

0 Comment