MURAH, MUDAH, DAN BERMAKNA: FILOSOFI STEM SMP LABSCHOOL UNY YANG MENARIK PERHATIAN PSKP KEMENDIKDASMEN
(Yogyakarta) — Ada yang berbeda dari cara SMP Labschool UNY memandang pembelajaran STEM. Di sini, nilai sebuah proyek bukan diukur dari seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan dari seberapa mudah guru lain bisa menirunya, seberapa dekat temanya dengan kehidupan nyata murid, dan seberapa kecil biaya yang dibutuhkan. Prinsip sederhana namun tajam itulah yang pada Rabu, 13 Mei 2026, membawa tim dari Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikdasmen dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) datang dari Jakarta ke Yogyakarta, untuk melihat langsung bagaimana pembelajaran STEM itu dihidupkan di kelas-kelas SMP Labschool UNY.
Lima utusan dari lembaga nasional hadir dalam kunjungan ini: Lisna Sulinar Sari, Salsabila Nur Afifah Chairunnisa, dan Untung Tri Rahmadi dari PSKP Kemendikdasmen, serta Dadan Sunandar dan Syahrul Ramadhan dari BRIN. Kedatangan mereka adalah bagian dari kajian nasional yang hasilnya berpotensi membentuk standar pembelajaran STEM di seluruh Indonesia. SMP Labschool UNY terpilih sebagai rujukan karena implementasi STEM-nya dinilai konsisten dan layak dijadikan acuan praktik terbaik di tingkat nasional.
Rombongan disambut langsung oleh Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, yang hadir memimpin penyambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kebanggaan FIP UNY atas pencapaian Labschool sekaligus menegaskan komitmen universitas untuk terus mendukung sekolah ini sebagai laboratorium pendidikan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional.
Setelah sesi penyambutan, rombongan diajak masuk langsung ke dalam kelas pada siang hari. Di sanalah pembelajaran STEM sesungguhnya berlangsung. Fina Fitri Nurjannah, M.Pd., Mustofa Yulian Said, S.Pd.Gr., dan Nur Alsa Wulan Safitri, S.Pd. tampil memandu murid berpikir, bereksperimen, dan memecahkan masalah nyata dari lingkungan sekitar mereka.
Tim dari Jakarta kemudian duduk bersama para guru dalam sesi wawancara mendalam. Seluruh agenda dikelola secara rapi oleh Dr. Aprilia Tina Lidyasari, M.Pd., Sekretaris Unit Sekolah Laboratorium UNY, yang hadir aktif memastikan kelancaran setiap sesi bersama Sofyan Dwi Nugroho, M.Pd.Gr., Kepala SMP Labschool UNY.
“Proyek STEM yang baik harus mudah dilaksanakan oleh guru, terjangkau dari sisi pembiayaan, benar-benar bermakna bagi siswa, dan berakar pada konteks lokal yang dekat dengan kehidupan mereka. Inovasi yang tidak dapat direplikasi oleh sekolah lain sejatinya bukan inovasi yang bermanfaat.” Ujar Sofyan.
Apresiasi dari tim PSKP dan BRIN justru paling kuat mengalir untuk kesederhanaan dan keberlanjutan itulah. Kunjungan ini membuktikan bahwa gagasan yang tumbuh dari lantai kelas di Yogyakarta kini menarik perhatian para perumus kebijakan di tingkat nasional — dan itulah pencapaian yang sesungguhnya bermakna. (Ris)
0 Comment