Orasi Kebangsaan di Tamansiswa, Ketua MPR Ahmad Muzani Kini Disapa "Ki Muzani"
(YOGYAKARTA) – Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa menggelar acara Orasi Kebangsaan dan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Pendopo Tamansiswa, Yogyakarta, pada Senin (6/4/2026). Dalam momen bersejarah tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani resmi diangkat menjadi bagian dari keluarga besar Tamansiswa dengan sebutan kehormatan "Ki Ahmad Muzani".
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya, Azis Subekti, dan Anwar Sadad. Turut hadir pula Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo serta Wakil Bupati Gunung Kidul Joko Parwoto untuk mendampingi jalannya sosialisasi.
Ketua Panitia sekaligus Sekjen Tamansiswa, Ki Saur Panjaitan XIII, menekankan bahwa Tamansiswa sejak didirikan pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Dewantara selalu mengedepankan pendidikan sebagai jalur pergerakan menuju kemerdekaan.
"Persatuan masih tetap dibutuhkan sampai sekarang. Oleh karena itulah, orasi kebangsaan ini kami angkat dengan tema komitmen Tamansiswa dalam membina Persatuan dan Kesatuan Bangsa," ujar Ki Saur Panjaitan XIII.
Ia juga mengingatkan pentingnya memegang teguh Trilogi Kepemimpinan: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, Ki Prof. Sri Edi Swasono, menjelaskan peran vital Tamansiswa dalam fondasi negara. Ia mengutip pesan Ki Hadjar Dewantara tahun 1928 bahwa pengajaran harus bersifat kebangsaan agar anak didik tidak terpisah dari bangsanya sendiri.
"Pasal 31 UUD 1945 tentang pendidikan secara tegas menyatakan Satu Sistem Pengajaran. Ini menegaskan bahwa Indonesia harus bersatu melalui sistem pendidikan yang sama," tegas Ki Prof. Sri Edi Swasono.
Dalam ceramah kebangsaannya, Ki Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi mendalam terhadap legacy atau warisan Ki Hadjar Dewantara melalui Tamansiswa. Ia menilai Tamansiswa sebagai pelopor nyata dalam merawat keberagaman di Indonesia.
"Saya melihat di Tamansiswa, ketua umumnya suku Jawa, sementara sekjennya adalah suku Batak. Tamansiswa telah melaksanakan Bhinneka Tunggal Ika dan merawat persatuan," puji Ahmad Muzani.
Di akhir orasinya, Ahmad Muzani tidak hanya bicara soal persatuan domestik, tetapi juga stabilitas internasional. Mengutip pandangan Presiden Prabowo Subianto tentang dampak buruk peperangan, ia menyerukan agar konflik global segera diakhiri demi kemanusiaan.
"Perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel harus segera dihentikan karena hanya akan menimbulkan kerugian di mana-mana," pungkasnya menutup kegiatan tersebut. (Ris)
0 Comment