post image

Peringatan Haul ke-171 BPH Diponegoro di Tegalrejo: Merajut Silaturahmi dalam Warisan Perjuangan Sang Pahlawan

  • Administrator
  • 09 Jan 2026
  • Culture

(YOGYAKARTA) – Tepat 171 tahun yang lalu, pada 8 Januari 1855, Sang Pemimpin Tertinggi Perang Jawa (1825-1830), Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Diponegoro, mengembuskan napas terakhirnya di usia 69 tahun. Untuk mengenang jasa dan perjuangan Sang Pangeran, Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menggelar peringatan Haul ke-171 yang berlangsung khidmat di Yogyakarta.

Bertempat di nDalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro, Yogyakarta, Kamis Kliwon (8/1/2026), acara ini menjadi momentum penting bagi para keturunan (trah) Diponegoro untuk memperkuat silaturahmi, sekaligus mengajak masyarakat luas meneladani semangat patriotisme beliau.

​Ketua Panitia Haul, R. Dwi Akseptoro TY, Amd IP, ST. (Yuki), menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi dalam Warisan Perjuangan”. Menurutnya, acara ini merupakan wujud nyata penghormatan dan upaya memuliakan sosok BPH Diponegoro sebagai Pahlawan Nasional.

"Peringatan haul ini bertujuan untuk mendoakan beliau, memperkuat ikatan silaturahmi antar-trah Diponegoro, serta merangkul para pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat," ujar Yuki dalam keterangannya.
Kegiatan dimulai dengan tradisi religi yang kental, meliputi Khataman Al-Quran, pelantunan Sholawat Nabi, dan doa Tahlil. Puncak acara diisi dengan Istighosah dan Mauidhoh Hasanah yang dipimpin oleh tokoh lintas negara dan daerah, yakni Syeikh Abu Zaki As-Sangafuri Al-Hadhrami dari Malaysia, KH. Muhammad Nilzam Yahya, M.Ag serta Ustad M. Yaser Arafat.

Suasana semakin khidmat dan meriah dengan penampilan seni dari Hadroh Pengajian Taman Surga Tegalrejo, Hadroh Panti Asuhan Putri Sasana Kreatif Mandiri, hingga alunan musik dari Seni Angklung Panti Asuhan Difabel Bina Siwi.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi DIY, jajaran TNI AD, alim ulama, anggota legislatif, Pemerintah Kota Yogyakarta, tokoh masyarakat, serta para santri.


Peringatan Haul kali ini juga menjadi momen penting pasca-reorganisasi Patra Padi pada November 2025 lalu. Sesuai amanat AD/ART, posisi Ketua Umum periode 2025-2029 kini resmi berpindah dari Rahadi Saptata Abra (Trah Diponegoro Yogyakarta) kepada Saiful Achmad Diponegoro (Trah Diponegoro Makassar).

Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar urusan organisasi, melainkan simbol bahwa semangat perjuangan Diponegoro telah meluas dari Jawa hingga ke seluruh Nusantara, khususnya Sulawesi.

"Kami berharap melalui peringatan ini, nilai-nilai kepahlawanan BPH Diponegoro dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Semoga muncul 'Diponegoro-Diponegoro Muda' yang selalu berkhidmat untuk Ibu Pertiwi," pungkasnya (raya)

0 Comment