post image

Temui Warga Pagerejo, Wamensos Agus Jabo Priyono Dukung Usulan Sultan HB II Pahlawan Nasional

  • Administrator
  • 07 Apr 2026
  • News

 

​(Jakarta) – Gelombang dukungan untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II semakin menguat. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menerima perwakilan dari Yayasan Vasiatii Socaning Lokika dan masyarakat Desa Pagerejo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah di Kantor Kementerian Sosial, Senin (6/4/2026).

Kedatangan mereka sehubungan dengan pengusulan Hamengku Buwono (HB) II untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Menyambut aspirasi ini, Wamensos Agus Jabo memberikan dukungan kepada para pejuang dan tokoh bangsa untuk menjadi pahlawan nasional.

“Sebagai aparatur negara, saya mendukung siapa pun yang akan mengusulkan para pejuang, tokoh-tokoh bangsa untuk menjadi tokoh nasional,” kata Wamensos Agus Jabo.

Meski memberikan dukungan, Wamensos menjelaskan bahwa penentu gelar pahlawan nasional bukan Kementerian Sosial. Ada berbagai tahapan prosedur yang harus dipenuhi untuk pengusulan gelar pahlawan nasional. Tahapan dari pengusulan berjenjang tingkat daerah, verifikasi oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) pengajuan ke Dewan Gelar dan pengesahan oleh presiden apabila telah memenuhi seluruh persyaratan.

“Finalisasi seseorang atau tokoh bangsa menjadi pahlawan nasional nanti ditentukan oleh Dewan Gelar), tetapi prosedurnya mulai dari kota/kabupaten, provinsi,” jelas Wamensos.

Namun bagi Wamensos, menghargai perjuangan pahlawan bukan hanya tentang memberikan gelar, tetapi bagaimana bangsa Indonesia meneruskan perjuangan mereka dengan menjaga persatuan dan kedamaian bangsa Inbdonesia.

“Bukan semata tentang gelar, tapi kita juga harus melanjutkan perjuangan para tokoh bangsa. Di saat dunia sedang mengalami pergolakan, pertengkaran, perselisihan, saya sangat berharap kita kembali memiliki jati diri bangsa,” pungkas Wamensos Agus Jabo.
 Sultan Hamengkubuwono II memang lahir di kawasan tersebut, pada tanggal 7 Maret 1750, dari permaisuri kedua Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Masa kecil bersama ibunda Kanjeng Ratu Kadipaten di wilayah pengungsian akibat dampak perang menghadapi VOC, sontak membentuk karakter keras pada dirinya.

Masyarakat Desa Pagerejo, yang selama ini merawat jejak sejarah sang raja melalui tradisi Nyadaran Tenongan dan Ruwat Laku, mendesak Bupati dan DPRD Wonosobo untuk segera membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).

Pembentukan tim ahli ini dinilai mendesak supaya verifikasi naskah akademik di tingkat lokal dapat divalidasi secara hukum sebelum melenggang ke tingkat pusat.

​"Kalau tanggapan dari warga sangat antusias dan berharap beliau (HB II) segera mendapat anugrah gelar pahlawan nasional. Kita berharap semua pihak bisa segera memenuhi aspirasi warga," jelas Tuwat, Sekretaris Desa Pagerejo.

Menanggapi hal tersebut Ketua Yayasan Vasiatii Socaning Lokika Fajar Bagoes Poetranto menjelaskan bahwa saat ini pengusulan di tahap daerah telah dilaksakanan. Pengajuan dari masyarakat Desa Pagerejo telah dimulai pada Januari 2024. Saat ini, mereka juga telah menyerahkan naskah akademis kepada Bupati Wonosobo pada April 2026. Fajar Bagoes Poetranto berharap pengajuan pengusulan tersebut bisa diproses.

Tahapan pengusulan calon pahlawan nasional telah dilaksanakan di desa Pagerejo pada Januari 2024,” kata Fajar Bagoes Poetranto
Gelar Pahlawan Nasional merupakan salah satu bentuk penghargaan bagi tokoh perjuangan yang telah membela bangsa. 

Fajar Bagoes Poetranto, Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika sekaligus perwakilan Trah Sultan HB II, menegaskan perjuangan ini sebagai upaya menjaga martabat dan identitas bangsa di kancah global.

"Sri Sultan HB II adalah inspirator bagi industri kreatif dan identitas bangsa di era global. Beliau adalah pahlawan yang berjuang dengan senjata, pena, dan estetika," ungkapnya.

Sultan HB II dikenal sebagai sosok raja yang gigih dan tidak kenal kompromi terhadap intervensi asing, terutama pada masa Daendels dan Raffles. 

"Pengusulan gelar Pahlawan Nasional ini diharapkan dapat rampung sebelum momentum hari besar nasional tahun ini," pungkas Fajar Bagoes Poetranto (ris)

0 Comment