post image

Benteng Venderburg Akan Menjadi Saksi Perebutan Sabuk WBC Asia Silver Pertama di Yogyakarta”

(Yogyakarta) - Yogyakarta tak hanya dikenal sebagai kota pelajar, namun kini juga menjelma kota heritage combat sportainment yang memadukan unsur olahraga, budaya, serta wisata dalam satu event spektakuler, yaitu olahraga tinju. 

​Salah satunya gelaran bertajuk Heritage Combat Sportainment yang diusung oleh Equator Promotion ini siap menghadirkan olahraga tinju profesional bergengsi di pelataran bersejarah Benteng Vredeburg, Yogyakarta, pada 5 Desember 2026 mendatang. 

​Gelaran ini tidak hanya menyuguhkan aksi aksi atlet tinju di atas ring termasuk perebutan sabuk kejuaraan WBC Asia Silver, tetapi juga mengawinkan nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa dengan pertunjukan seni budaya lokal seperti tari tradisional dan aksi musik dari Jogja HipHop Foundation (JHF). 

​Langkah inovatif dan megah ini merupakan sinergi dari Komisi Tinju Indonesia dan Benteng Vredeburg. Kepala Benteng Vredeburg Vicencius Agus Sulistya menyambut baik gelaran tersebut sebagai daya tarik minat khusus wisata sekaligus olahraga. Selain itu, benteng Vredeburg yang menjadi salah satu ikon bangunan heritage di tengah kota Yogyakarta kini menjadi lokasi yang akan menyita perhatian publik dengan adanya gelaran Heritage Combat Sportainment Olahraga Tinju di Benteng Vredeburg. 

 

Selain itu, kegiatan olahraga tinju sekaligus untuk mengenalkan kepada wisatawan mengenai Museum Benteng Vredeburg yang terdapat koleksi benda militer milik Marsekal Madya Boedihardjo, yang meliputi topi marsekal, tanda kepangkatan, tanda jasa, logo wing, lencana brevet wing, serta emblem brevet serta koleksi perjuangan bangsa Indonesia di era kemerdekaan.

Event tersebut tentu mendapat apresiasi serta dukungan penuh dari Pengurus Pusat Komisi Tinju Indonesia (PP KTI). Penasehat Pengurus Pusat KTI, Dewanto P Siregar, menyambut positif terobosan yang membawa wajah baru bagi industri tinju tanah air. 
​
Dewanto P Siregar menegaskan bahwa perpaduan antara warisan sejarah dan olahraga tinju profesional ini merupakan momentum kebangkitan tinju Indonesia di panggung internasional. 
​"Penyelenggaraan ajang tinju profesional bernuansa warisan budaya seperti ini merupakan momentum kebangkitan tinju Indonesia di panggung dunia. Kolaborasi antara nilai sejarah di Benteng Vredeburg dengan disiplin dan ketangguhan olahraga tinju tidak hanya memberikan ruang bagi para petinju nasional dan internasional untuk bertanding, tetapi juga mengangkat identitas serta kehormatan budaya bangsa ke tingkat global," ujar Dewanto P Siregar. 
​
Ia juga menambahkan bahwa KTI akan mengawal ketat seluruh rangkaian pertandingan agar tetap menjaga nilai sportivitas dan profesionalisme yang tinggi. 
​
"Sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal, para petinju yang berlaga nanti juga bakal mengenakan sarung tinju (glove) berdesain khusus nuansa Batik khas Yogyakarta yang diproduksi oleh Second Skin," jelas Dewanto. 
​
Adapun rangkaian event akan diawali dengan sesi press conference, penimbangan badan (weigh-in), serta pemeriksaan kesehatan atlet pada 4 Desember 2026 di Plaza Monumen Serangan Umum 1 Maret, sebelum laga puncak digelar di Halaman Dalam Benteng Vredeburg keesokan harinya. 

Melalui sinergi antara kejuaraan tinju bergengsi (termasuk perebutan sabuk WBC Asia Silver), pertunjukan seni budaya lokal seperti tari tradisional dan Jogja HipHop Foundation, serta lokasi bersejarah Benteng Vredeburg, ajang ini siap menjadi tonggak baru dalam industri sport tourism dan hiburan tanah air.  
​
"KTI berkomitmen penuh untuk mengawasi, membina, serta memastikan gelaran ini berjalan dengan kredibilitas dan standar tertinggi," pungkasnya. (Ris) 

0 Comment