Luka Geger Sepehi, Manuskrip yang Menunggu Pulang
(YOGYAKARTA) – Juni 1812. Di balik dinding benteng Keraton Yogyakarta, ada pekik, darah, dan api. Thomas Stamford Raffles, seorang administrator
Read MoreSearch
(YOGYAKARTA) – Juni 1812. Di balik dinding benteng Keraton Yogyakarta, ada pekik, darah, dan api. Thomas Stamford Raffles, seorang administrator
Read More(Yogyakarta) Batu-batu candi itu akan tetap diam, tentu saja. Tapi di pelatarannya, pada sebuah senja di April 2026, keringat akan
Read More (YOGYAKARTA) – Keturunan (Trah) Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II) terus menyuarakan tuntutan yang lebih mendalam terkait peristiwa Geger
Read More(SLEMAN) – Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) berencana menggebrak dunia pariwisata sekaligus olahraga dengan menggelar ajang Muaythai terbesar di kawasan
Read More(Lanny Jaya) - Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Lanny Jaya, Tias Urnom Kogoya, mengimbau masyarakat di wilayah Provinsi Papua
Read More(YOGYAKARTA) – Peristiwa tragis Geger Sepehi tahun 1812—penyerbuan Keraton Yogyakarta oleh pasukan East India Company (EIC) di bawah pimpinan Thomas
Read More(Wamena 06 November 2025) - Tokoh intelektual Jayawijaya, Sem Kogoya, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh
Read More(Wamena 06 November 2025) - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 19 November 2025, tokoh
Read More