post image

Anies Baswedan Hadiri Gathnas TurunTangan di Yogyakarta, Sampaikan Tiga Program Perubahan Bangsa

  • Administrator
  • 10 Nov 2023
  • Event

Caption foto: Anies Baswedan menghadiri Gathnas Turun Tangan di Yogyakarta

(YOGYAKARTA, DIY) Acara tahunan yang dinanti-nantikan oleh para relawan TurunTangan, dikenal dengan sebutan Gathnas (Gathering Nasional), akan diselenggarakan di Hotel Grand Serela Yogyakarta mulai tanggal 8-11 November 2023. Acara ini menjadi wadah memperkaya pertukaran ide dan diskusi produktif antara para relawan berdedikasi dari berbagai daerah.

Dalam kegiatan Gathnas Turun Tangan ini, Capres Anies Baswedan datang sebagai pembicara. Menurut Anies, saat ini banyak masyarakat yang menginginkan perubahan. Anies mengatakan tiga isu perubahan yang akan dilakukan yakni terkait kemiskinan dan biaya hidup. Kemudian juga kebutuhan pokok yang harganya tinggi hingga soal lapangan kerja

"Kami makin hari makin menemukan kondisi di lapangan yang menunjukkan bahwa makin banyak yang menginginkan perubahan," kata dia.

"Termasuk apakah kita ingin kehidupan bernegara kita dijaga tatanannya, kehormatannya, kewibawaannya. Bila iya, maka kita dorong perubahan," imbuh Anies.

Chozin Amirullah, Ketua Gerakan TurunTangan, membagikan harapannya terhadap Gathnas, dengan menyatakan, "Gathnas merupakan pertemuan tahunan bagi relawan TurunTangan, memberikan ruang untuk berpikir dan berbagi pengalaman berharga antara relawan dari latar belakang yang beragam. Relawan adalah pejuang, maka harus siap menghadapi segala rintangan demi mensukseskan Gathnas 2023 di Yogyakarta.”

Chozin pun menambahkan para peserta diharapkan hadir dengan semangat terbuka, komitmen untuk berinteraksi dengan rekan relawan dari latar belakang yang beragam, dan menjaga kesehatan fisik yang baik. Selain itu, peserta diharapkan membawa pakaian yang cukup, peralatan tulis, dan obat-obatan yang diperlukan.

Juang Akbar Magenda selaku Direktur Eksekutif TurunTangan menyoroti peran TurunTangan dalam mengatasi isu-isu sosial dan perlunya partisipasi aktif dalam ranah sosial dan politik. Terutama TurunTangan telah mencapai satu dekade yang harapannya, keberadaannya tidak hanya dirasakan oleh jejaring TurunTangan, tapi lebih jauh bisa memberikan dampak ke masyarakat.
Juang pun kembali mengingat pertama kali Gerakan TurunTangan berdiri yang tidak memisahkan antara gerakan sosial dan politik.

“Kami percaya bahwa gerakan sosial dan politik seharusnya berkolaborasi dan bersinergi untuk memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat.Kami mendorong generasi muda untuk melek politik dan menggunakan suara mereka dalam pemilu 14 Februari mendatang. Jangan sampai kita yang punya 60 persen suara di pemilu nanti enggak menunjukkan aspirasinya, enggak menunjukkan suaranya,” ungkapnya saat ditemui tim Humas dan Publikasi Gathnas.
Ketika ditanya tentang pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi, Juang menjelaskan, “Yogyakarta memiliki kenangan tersendiri. Di satu dekade ini kita kembali ke Yogya seakan merefleksikan tentang Gerakan TurunTangan sudah sampai sejauh mana, sudah sampai sebermanfaat apa dampaknya."
Selain itu, Koordinator TurunTangan Yogyakarta Vicko Karta mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk TurunTangan Yogyakarta sebagai tuan rumah Gathnas. Ia berharap bahwa Gathnas akan membawa perubahan positif yang tidak hanya dirasakan oleh relawan TurunTangan, tetapi juga di seluruh Indonesia.
Tentang tema "Candradimuka," Vicko berbagi, "Tema ini merupakan sesuatu yang luas. Jangkauan yang luas di mana nanti harapannya kita sebagai generasi muda dapat memberikan suatu dampak yang besar juga, menjadi suatu agen perubahan yang bisa memberikan suatu warna meskipun ibaratnya kita berbeda-beda tetapi tetap satu juga.”

Pesan Karta kepada para peserta menekankan pada persatuan dan tujuan bersama, "Mari kita bersama-sama dalam artian untuk menyamakan langkah agar TurunTangan ke depannya lebih baik lagi dan bisa memberikan dampak yang besar khususnya bisa memberikan manfaat untuk orang banyak, khususnya di Indonesia.”

Gathnas TurunTangan VIII 2023 di Yogyakarta diharapkan menjadi ajang silaturahmi untuk mengenal semua relawan TurunTangan dari seluruh Indonesia. Dengan demikian, ketika para relawan pulang dari berkegiatan memiliki semangat baru, energi positif, semangat untuk melanjutkan rencana aktivitas, aksi-aksi nyata pasca Gathnas. Lebih jauh lagi, para relawan bisa bisa berjejaring, bisa meningkatkan kapasitas diri, dan membuat aksi untuk menginspirasi perubahan demi masa depan yang lebih baik. (Raya Sanjiwani)


Semoga sukses Gathnas TurunTangan VIII di Yogyakarta!

*Narahubung:*
Rizki Maulida Agustin (Koor. Humas dan Publikasi Gathnas TurunTangan)
0822-1700-1605



H+1
*Pembukaan Gathering Nasional TurunTangan Yogyakarta ke-VIII di Yogyakarta Sukses Dihelat*
Pembukaan Kegiatan Gathering Nasional (Gathnas) TurunTangan ke-delapan resmi dihelat pada Rabu, 8 November 2023 di Hotel Grand Serela Yogyakarta. Tampak hadir Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Arief Wibowo, Ketua Gerakan TurunTangan M. Chozin Amirullah, dan CEO Kagum Group Henry Husada.
Diawali dengan Tarian Selamat Datang yang dibawakan oleh Sanggar Batari Kirana. Tarian ini menyambut ratusan relawan yang hadir pada saat itu. Kemudian, Marzuki selaku ketua panitia Gathnas VIII mengawali kegiatan dengan menyapa para relawan TurunTangan dari seluruh Indonesia. Ia pun menerangkan makna tema Chandradimuka yaitu pelatihan dan pengembangan diri untuk menjadi dewasa dan berguna dalam keahlian masing-masing bagi nusa dan bangsa.
Selanjutnya, Chozin Amirullah selaku Ketua Gerakan TurunTangan berterima kasih kepada seluruh perwakilan termasuk di antaranya perwakilan dari Bupati Kabupaten Sleman, ketua pelaksana Gathnas ke VIII, seluruh peserta, dan undangan yang telah hadir pada pembukaan pagi ini.
Menilik usia TurunTangan yang mencapai satu dekade, Chozin pun membeberkan tentang awal mula berdirinya gerakan ini, “Bagaimana perasaan kemerdekaan itu digali dan diaktualkan dalam sebuah aksi dan kegiatan.”
Selain itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Arief Wibowo berkesempatan hadir untuk mewakili Bupati Kabupaten Sleman. Dukungan penuh ia sampaikan kepada organisasi anak muda yang memiliki kegiatan positif ini.
“Para pemuda TurunTangan merupakan anak-anak muda yang memiliki semangat tinggi. Kami sangat mengapresiasi anak-anak muda di sini yang sudah berperan aktif untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Selamat berkumpul di Yogyakarta, dan selamat menikmati apa pun yang ada di Kota Pelajar,” ungkapnya.
Henry Husada CEO Kagum Group dan juga Bapak UMKM Jawa Barat memberikan apresiasi bagi seluruh pihak yang hadir pada kegiatan hari ini agar menjadi serela (selalu rejeki lancar), karena para relawan dari berbagai wilayah juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Ia pun memberikan satu kalimat untuk relawan, “TurunTangan paling top.”
Sesi selanjutnya, menampilkan pertunjukan Teater Ketoprak UAD "Teater Jaringan Anak Bahasa" yang membawakan sandiwara bertema asas-asas kepemiluan, yaitu LUBER dan JURDIL. Bercerita tentang seorang tokoh yang kebingungan dalam memilih calon pemimpin negara, mereka memperdebatkan apakah dengan memilih akan mempengaruhi hidupnya, apakah hidupnya berubah atau tidak.
Kegiatan hari pertama pun sudah diisi dengan peningkatan kapasitas diri untuk teman-teman relawan. Nurul Khotimah yang merupakan fasilitator dalam Akademi Relawan, Calegmuda.id, memberikan materi mengenai cara merawat komunitas yang sustain. Ia pun mengemukakan beberapa faktor penting agar komunitas bisa tetap sustain salah satunya yaitu beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah.
“Komunitas bisa sustain dimulai dengan kaderisasi SDM yang baik, mempunyai program relevan, memiliki leadership yang bagus, mendapatkan dukungan publik, merawat kehendak dalam bergerak, serta adaptif dan agile,” terangnya singkat.
Selain itu, Henry Husada pun turut menyampaikan motivasi dalam sesi sharing success story pada sore harinya. Henry mengungkapkan bahwa dalam bekerja itu terdapat sebuah tahapan. Ia menganalogikan tahapan bekerja dengan sebuah bangunan yaitu dari lantai bawah, lanjut ke lantai satu, dua, tiga, dan seterusnya. Sebagai pengusaha sukses, ia pun membagikan tips-tipsnya untuk para relawan.
“Kita harus menjalankan empat huruf dalam hidup yaitu TAAT agar sukses. T yaitu Tentukan dan ikuti aturan karena hidup ini mempunyai aturan, A yaitu awal dari kesuksesan, A yaitu akhir dari kegagalan, dan T yaitu takut akan Tuhan. Rintangan dan cobaan itu memang banyak di dunia ini. Namun, kalau menjalani empat kata tersebut (TAAT), pasti semuanya akan baik-baik saja,” ujar Henry.
Sebagai info, kegiatan Gathering Nasional TurunTangan ke VIII di Yogyakarta ini akan berlangsung selama empat hari (8-11 November 2023). Hari-hari selanjutnya akan diisi dengan kegiatan yang mengakrabkan satu sama lain, diskusi publik dan materi, serta kegiatan refreshing atau berwisata. Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi untuk saling mengenal. Dengan demikian, ketika para relawan pulang dari berkegiatan memiliki semangat baru, energi positif, semangat untuk melanjutkan rencana aktivitas, aksi-aksi nyata pasca Gathnas. Lebih jauh lagi, para relawan bisa bisa berjejaring, bisa meningkatkan kapasitas diri, dan membuat aksi untuk menginspirasi perubahan demi masa depan yang lebih baik. (Raya Sanjiwani) 

0 Comment