Jaga Kamtibmas dan Tolak Provokasi, Ratusan Pengemudi Ojek Online 'Solusi' Gelar Deklarasi Damai
Caption foto: Aksi deklarasi tolak Hoax dan komitmen menjaga kondusifitas kota Yogyakarta di Tugu Pal Putih, Jumat (17/07/2026)
(Yogyakarta)– Para pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Ojek Online Solusi menggelar aksi deklarasi damai. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk komitmen nyata para driver dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan.
Dalam kegiatan tersebut, para pengemudi ojol secara bersama-sama membacakan lima poin penting komitmen mereka. Poin-poin tersebut berfokus pada kepatuhan hukum, keselamatan berlalu lintas, hingga komitmen untuk tidak terpengaruh oleh berita bohong (hoaks) serta ujaran kebencian.
Koordinator Ojol Solusi, Monel, menegaskan bahwa deklarasi ini lahir dari kesadaran bersama para pengemudi yang setiap harinya menghabiskan waktu di jalanan. Menurutnya, ojol memiliki peran strategis dalam ikut menjaga kondusivitas lingkungan.
"Kami di jalanan setiap hari berinteraksi dengan masyarakat luas. Melalui deklarasi ini, kami ingin memastikan bahwa Ojol Solusi menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban, bukan justru menjadi bagian dari masalah. Kami berkomitmen penuh untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga persatuan, dan yang paling penting, kami sepakat menolak keras segala bentuk provokasi maupun tindakan anarkis yang bisa mengganggu kenyamanan publik," ujar Monel.
Monel juga menambahkan bahwa solidaritas antar-pengemudi harus tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat luas dan kepentingan umum.
5 Poin Komitmen Deklarasi Ojek Online Solusi
Adapun lima poin utama yang dibacakan dalam deklarasi tersebut meliputi:
• Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
• Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan serta menolak segala bentuk provokasi.
• Mematuhi peraturan perundang-undangan dan tertib berlalu lintas.
• Menolak segala bentuk provokasi, hoaks, ujaran kebencian, tindakan anarkis, dan perbuatan yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas.
• Memperkuat solidaritas antar sesama pengemudi ojek online dengan tetap menghormati hak masyarakat dan menjaga kepentingan umum.
Acara deklarasi tersebut ditutup dengan seruan jargon bersama yang menggema dari ratusan pengemudi: "Ojol Bersatu, Kamtibmas Terjaga, Masyarakat Aman."
Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan seluruh anggota Ojol Solusi dapat menjadi contoh yang baik bagi pengguna jalan lainnya, sekaligus mempererat hubungan kemitraan yang harmonis antara pengemudi ojek online, aparat keamanan, dan masyarakat.
Sebelumnya, komunitas Ojek Online (Ojol) Sulusi juga menggelar aksi sosial bertajuk "Jumat Berkah" dengan menyalurkan paket makan siang gratis kepada para pengemudi ojol di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026).
Koordinator Ojol Sulusi, Monel, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian nyata untuk mempererat persaudaraan antar sesama driver.
"Kegiatan ini kami lakukan murni untuk berbagi dan mempererat hubungan kekeluargaan. Kami ingin sesama driver saling peduli, tidak hanya saat mencari orderan, tapi juga dalam keseharian di jalan," ujar Monel.
Salah satu penerima paket makan siang gratis, Giarta, mengaku sangat terbantu dengan aksi sosial ini. Menurutnya, perhatian antar sesama rekan profesi sangat berarti di tengah padatnya jam kerja.
"Alhamdulillah, sangat terbantu. Di tengah kejar target orderan, kepedulian seperti ini membuat kami merasa tidak berjuang sendiri," ungkap Giarta.
Hal senada disampaikan Anton, pengemudi lain yang turut menerima paket makan siang. Ia berharap kegiatan positif ini bisa terus berlanjut.
"Semoga aksi Jumat Berkah ini rutin dilakukan, karena selain meringankan beban, momen ini jadi ajang kami untuk saling sapa dan menjalin keakraban antar sesama driver," kata Anton.
Selain pembagian paket makan, kegiatan ini juga diisi dengan dialog untuk mengingatkan para pengemudi agar senantiasa tertib berlalu lintas serta berperan aktif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). (Ris)
0 Comment