Lezatnya Sate Klatak Pak Jede Yogyakarta, Jadi Buruan Wisatawan di Momen Libur Nataru: Omzet Naik 3 Kali Lipat!
(Yogyakarta) – Kuliner khas Yogyakarta nampaknya masih menjadi primadona dan magnet utama bagi para pelancong di momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu destinasi kuliner yang kini tengah diserbu wisatawan adalah Sate Klatak Pak Jede yang berlokasi di kawasan Nologaten, Sleman, Yogyakarta.
Pantauan di lokasi, antrean wisatawan tampak memadati area warung sejak jam makan siang dimulai. Keunikan cara memasak dan cita rasa yang otentik menjadi alasan utama mengapa tempat ini tak pernah sepi pengunjung.
Berbeda dengan sate pada umumnya, Sate Klatak Pak Jede mempertahankan tradisi memasak menggunakan jeruji besi sepeda. Teknik ini bukan tanpa alasan; penggunaan besi dimaksudkan agar panas api merambat sempurna ke bagian dalam daging, sehingga daging kambing matang merata hingga ke serat terdalam tanpa membuatnya hangus di luar.
Selain teknik memasak, kesegaran bahan baku menjadi kunci. Kuah dan bumbu-bumbu yang digunakan diklaim menggunakan bahan alami pilihan tanpa pengawet, menghasilkan rasa gurih yang bersih dan tidak prengus.
Head Outlet Sate Klatak Jede Nologaten, Mmhammad Reza, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung sudah terasa sejak dimulainya cuti bersama Natal.
"Kenaikan jumlah kunjungan terjadi sejak awal libur Natal dan diprediksi akan terus meningkat hingga puncaknya menjelang malam pergantian tahun baru nanti," ujar Reza saat ditemui di lokasi.
Tak tanggung-tanggung, Reza menyebutkan bahwa peminat Sate Klatak Pak Jede di momen Nataru tahun ini meningkat hingga tiga kali lipat dibanding hari biasanya.
"Peningkatan saat Nataru ini cukup signifikan. Kalau hari biasa (weekday) kami stok sekitar 5 sampai 7 ekor kambing. Tapi selama high season liburan ini, bisa habis 10 sampai 15 ekor sehari," ujarnya.
Tidak hanya sate klatak yang menjadi primadona, warung ini juga menawarkan beragam menu andalan lainnya yang tak kalah menggoda, di antaranya tengkleng yang kaya rempah, Sate Hotplate dengan sensasi panas membara kemudian juga Bakmie Lethek Goreng dan Bakmie Godog khas Yogyakarta yang melegenda.
Di tengah gempuran pengunjung, menu Sate Klathak tetap menjadi best seller yang paling diburu, dengan banderol cukup terjangkau di angka Rp35 ribu.
Tak heran, mayoritas pengunjung yang memadati outletnya berasal dari berbagai penjuru tanah air, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga dari luar pulau seperti Makassar, Manado, dan Sumatera.
Salah satu pengunjung asal luar kota, Tirza Axelia mengaku sengaja datang jauh-jauh demi mencicipi kelezatan sate klatak ini. Sate Klatak seolah menjadi menu wajib setiap kalk datang ke Yogyakarta.
Menurutnya, rasa gurih dari daging kambing muda yang dipadukan dengan bumbu minimalis namun meresap menjadi daya tarik tersendiri.
"Rasanya gurih banget dan khas ya, bumbunya menyatu sempurna dengan dagingnya. Teksturnya juga empuk, beda dengan sate-sate lainnya," ungkap Tirza.
"Kebetulan setelah mendapati informasi dari media sosial, Sate Klathak Pak Jede lantas kesini karena lokasi yang relatif lebih dekat dari kawasan Malioboro," pungkasnya.
Nah, Bagi Anda yang sedang berada di Yogyakarta, Sate Klatak Pak Jede bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi perut di tengah kemacetan libur Nataru. Namun, pastikan Anda datang lebih awal agar tidak kehabisan! (Rsi)
0 Comment