post image

Ratusan Umat Khusyuk Ikuti Ibadat Taizé di Taman Doa Maria Oblat Blotan Sleman

  • Administrator
  • 30 Sep 2026
  • News


(YOGYAKARTA) – Suasana syahdu dan penuh ketenangan menyelimuti Taman Doa Maria Oblat, Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, saat ratusan umat berkumpul untuk mengikuti Ibadat Taizé. Kegiatan rohani ini menjadi sarana bagi umat untuk mencari ketenangan batin, memperdalam relasi dengan Sang Pencipta, serta melepaskan diri sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas harian melalui alunan doa dan puji-pujian khas Taizé yang kontemplatif. 

Taman Doa Maria Oblat dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah dan tempat retret yang asri. Dikelilingi oleh pepohonan rindang dan suasana pedesaan yang tenang, tempat ini menjadi lokasi yang sangat ideal untuk pelaksanaan ibadah Taizé.
​
Sejak sore hari, para peserta atau umat Katholik maupun masyarakat luas, hingga para lanjut usia tampak berdatangan memenuhi area doa. Mereka duduk bersila di atas tikar maupun di bangku-bangku yang telah disediakan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan egaliter.
​
Menurut Bruder Julianus Rizki Widitomo OMI, yang juga rohaniwan katolik di Taman Doa Maria Oblat, ibadat ini dicirikan dengan Nyanyian Berulang (Refrain). Doa Taize merupakan bentuk doa dalam keheningan yang diisi dengan nyanyian-nyanyian pengulangan untuk menghayati kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Doa ini dilakukan secara terus-menerus agar para peserta semakin mendalami kasih Tuhan.

Kegiatan Doa Taize berasal dari sebuah komunitas di Eropa yang bernama Kota Taize. Banyak relawan yang dikirim ke sana untuk membantu pelaksanaan doa serupa. Doa Taize sudah cukup lama hadir dan diselenggarakan oleh berbagai komunitas di Indonesia. Namun, kegiatan di lokasi tersebut baru pertama kalinya diadakan sebagai kegiatan rutin yang berkelanjutan setiap hari Selasa genap dalam sebulan, yaitu pada hari Selasa minggu kedua dan minggu keempat.

"Kegiatan ini terbuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin hadir, baik dari paroki sekitar maupun dari luar kota atau kelompok lain. Informasi dan undangan mengenai Doa Taize disebarluaskan melalui pemasangan poster atau banner, grup WhatsApp, serta media sosial agar masyarakat luas dapat ikut hadir," jelas Bruder Rizky. 
​
Di Taman Doa Maria Oblat Blotan, alunan musik akustik sederhana yang mengiringi nyanyian berulang-ulang berpadu harmonis dengan angin sepoi-sepoi khas pedesaan Sleman, menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap yang hadir. 

"Bait-bait pendek yang dinyanyikan secara berulang-ulang untuk membantu pikiran masuk ke dalam keheningan batin. Ditambah Saat keheningan panjang yang memberikan ruang bagi setiap peserta untuk merenungkan firman Tuhan secara personal. Umat juga melakukan puji-pujian yang berfokus pada rekonsiliasi, cinta kasih, dan pengharapan damai," jelas Bruder Rizky.
​
​Panitia pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan ini rutin diadakan setiap Selasa kedua dan Selasa keempat setiap bulan mulai pukul 18.30 - 19.15 WIB atau sekitar 45 menit untuk merawat kehidupan spiritual umat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. "Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat dan penuh distraksi, Meditasi Taizé menawarkan ruang bagi jiwa untuk 'beristirahat'. Melalui keheningan dan nyanyian yang kontemplatif, kami berharap umat dapat merasakan kehadiran Tuhan yang nyata dan membawa damai tersebut kembali ke dalam keluarga serta lingkungan sosial mereka," tambah Bruder Rizky.

​Salah satu peserta asal Yogyakarta,  Kristanto Nugrogo mengaku merasakan kelegaan yang luar biasa usai mengikuti ibadat tersebut. "Suasananya sangat mendukung. Duduk di Taman Doa Blotan yang sejuk, ditambah nyanyian Taizé yang menenangkan, membuat beban pikiran terasa menjadi lebih ringan begitu saja," ujarnya.
​
Menjelang akhir acara, ibadat ditutup dengan berkat penutup dan momen refleksi bersama dalam keheningan malam di Taman Doa Maria Oblat. Para peserta pulang dengan membawa ketenangan baru, siap kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan semangat kasih dan pengharapan. (Rso) 

0 Comment