Unik! PDIP Jogja Lantik Pengurus di Tepi Sungai, Diwarnai Simulasi Kebencaan dan Aksi Menanam
(YOGYAKARTA)- Momen pelantikan pengurus Ranting, Anak Ranting, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) serta Taruna Merah Putih (TMP) di lingkup DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dilakukan secara unik dan aksi peduli lingkungan. Hal itu, memberi pemandangan tak biasa di kawasan Taman Legawong, Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/26) pagi.
Jika biasanya prosesi pelantikan pengurus partai digelar di dalam gedung serbaguna atau hotel, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta justru memilih tepi Sungai Gajahwong sebagai lokasi pengukuhan.
Dalam kesempatan tersebut, dikukuhkan jajaran pengurus Ranting, Anak Ranting, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), hingga Taruna Merah Putih (TMP).
Suasana kian semarak saat para relawan dan kader Baguna langsung menceburkan diri ke aliran Kali Gajahwong memperagakan simulasi penyelamatan korban kecelakaan sungai sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah perkotaan.
Tak berhenti di situ, agenda dilanjutkan dengan aksi ekologi penanaman 300 bibit pohon buah dan pelindung, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi kalangan lanjut usia (lansia) di sekitar bantaran sungai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di tepi aliran sungai Gajahwong bukan tanpa alasan.
Langkah ini menjadi simbol komitmen partai berlambang banteng moncong putih tersebut dalam upaya melestarikan lingkungan, khususnya menjaga kualitas Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Pelajar.
"Di Kota Yogya ini, dari total lahan sekitar 32 ribu hektar, kategori lahan pertaniannya hanya tersisa sekitar 16 hektar. Ini masalah yang sangat serius berkaitan dengan kualitas udara dan air kita. Maka, pelantikan di tepi sungai ini adalah lambang komitmen kita bersama untuk merawat sungai dan memperbaiki lingkungan," ujarnya.
Eko menjelaskan, aksi penanaman pohon ini merupakan kelanjutan dari gerakan "Jogja Nandur" yang sebelumnya sempat dipimpin oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Embung Giwangan.
Pohon-pohon yang ditanam seperti nangka hingga gayam diharapkan dapat memperkuat struktur tanah benteng sungai sekaligus menjaga ketersediaan air tanah.
"Kami juga mengimbau seluruh kader PDI Perjuangan di Kota Yogyakarta untuk menanam minimal satu pohon di rumah masing-masing sebagai gerakan teladan," tambahnya.
Terkait simulasi penanggulangan bencana di Kali Gajahwong, Eko menegaskan bahwa Kota Yogyakarta berada di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup kompleks.
Menurutnya, ada lebih dari 14 potensi bencana yang mengintai, mulai dari gempa bumi, ancaman erupsi Gunung Merapi di sisi utara, hingga potensi megathrust di pesisir selatan.
"Maka kami membentuk organisasi Baguna. Tadi pagi teman-teman berlatih basah-basahan simulasi penyelamatan korban di sungai. Ini respon kita agar kader siap diterjunkan kapan saja membantu masyarakat saat terjadi darurat bencana," tegasnya.
Menariknya, struktur kepengurusan yang dilantik kali ini juga banyak menggaet kalangan generasi muda atau Gen Z yang diakuinya semakin jauh dari kesan apolitis.
Eko menilai Gen Z di Kota Yogyakarta merupakan contoh generasi yang cerdas, kritis, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu sosial maupun lingkungan hidup.
"Gen Z hari ini luar biasa, mereka peduli pada penyelesaian masalah sampah, bebas kejahatan jalanan, hingga ruang-ruang publik seperti co-working space untuk berproduksi. PDI Perjuangan mengapresiasi kepercayaan anak-anak muda ini. Ke depan kita siapkan pelatihan media sosial hingga gerakan lingkungan hidup bersama mereka," terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Eko pun menargetkan konsolidasi struktur Ranting dan Anak Ranting berbasis RW di Kota Yogyakarta bakal rampung dalam dua bulan ke depan.
Ketua Komisi A DPRD DIY tersebut memaparkan, fokus utama pengurus di akar rumput ininadalah menghadirkan gerakan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
"Tujuannya satu, melayani, memberdayakan, dan melindungi semua kalangan warga masyarakat menuju Kota Yogyakarta yang sehat dan bahagia," pungkas Eko. (Ris)
0 Comment