Penyandang Disabilitas di Yogyakarta Dapat Bantuan Modal Usaha melalui Bulog Peduli RPK Mandiri
(Yogyakarta)- Dukungan modal usaha diterima 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui program BULOG Peduli RPK Mandiri. Masing-masing penerima memperoleh bantuan senilai Rp5 juta, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp150 juta untuk mendukung pendirian dan pengembangan Rumah Pangan Kita (RPK).
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum BULOG ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas melalui pengembangan usaha mikro, sekaligus memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjadi bagian dari kemitraan RPK BULOG.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Drs. Kadri Renggono, M.Si. mewakili Wali Kota Yogyakarta, Plt. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Patricia Heny Dian Anitasari, S.H., M.Hum. beserta jajaran, perwakilan DPMPTSP Kota Yogyakarta, Sekretaris Perusahaan Perum BULOG Dhana Putra Prasetya, serta Wakil Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil Yogyakarta beserta jajaran. Melalui kolaborasi ini, BULOG berharap program BULOG Peduli RPK Mandiri dapat memberikan manfaat nyata, memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ketahanan pangan di Yogyakarta.
Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal mengatakan, program BULOG Peduli RPK Mandiri tidak hanya berorientasi pada pemberian modal, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi penerima manfaat maupun masyarakat di sekitarnya. “Harapan kita tentu saja ini memberikan manfaat secara sosial. Bukan hanya kepada yang bersangkutan, tetapi juga kepada masyarakat secara keseluruhan. Kita harapkan ada multiplier effect secara ekonomi, sehingga RPK ini juga dapat menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan yang ada di Yogyakarta,” ujar Andi.
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan modal pendirian RPK baru senilai Rp5 juta berupa komoditas pangan BULOG yang terdiri atas beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu, serta dilengkapi dengan rak pajang, spanduk RPK, identitas BULOG, dan kebutuhan pendukung lainnya. Melalui RPK, para penerima manfaat dapat menjual produk pangan BULOG sekaligus memperoleh akses terhadap pasokan pangan dengan harga yang kompetitif.
Andi menambahkan, keberlanjutan program menjadi perhatian BULOG sehingga bantuan tidak berhenti pada penyerahan modal. Para penerima manfaat akan mendapatkan monitoring, pembinaan, pendampingan, serta akses informasi dan dukungan yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha. “Bukan satu kali kita berikan modal, kemudian kita tinggalkan begitu saja. Teman-teman dari BULOG bersama pemerintah daerah akan terus memberikan asistensi, akses, informasi maupun bantuan lain yang dibutuhkan, supaya mereka bisa terus bertahan dan mengembangkan usahanya,” kata Andi.
Menurut Andi, RPK yang berkembang dan aktif melakukan transaksi diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat jaringan distribusi pangan BULOG di tingkat masyarakat. “Kami berharap RPK-RPK ini bisa terus berkembang dan aktif melakukan transaksi. Kalau ini bisa menjadi pilot project yang bagus, saya kira dapat menjadi contoh untuk dikembangkan di banyak tempat di Indonesia, sehingga kita dapat melihat bahwa teman-teman penyandang disabilitas juga mampu berdaya dan turut membantu perekonomian masyarakat,” lanjutnya.
Program BULOG Peduli RPK Mandiri merupakan implementasi TJSL Perum BULOG pada Pilar Pembangunan Ekonomi, khususnya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan Creating Shared Value melalui peningkatan kapasitas usaha masyarakat dan penguatan jaringan distribusi pangan BULOG.
Pelaksanaan program di Yogyakarta juga dinilai strategis mengingat tingginya aktivitas ekonomi dan konsumsi pangan di wilayah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata nasional. Dengan semakin banyaknya RPK yang tumbuh dan berkembang, BULOG berharap pusat distribusi pangan semakin dekat dengan masyarakat serta dapat mendukung ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tingkat lingkungan. (Ris)
0 Comment