post image

Wajah Sleman Semrawut! Trotoar Taman Denggung Diserbu PKL, Bupati Siapkan Solusi

  • Administrator
  • 14 Feb 2026
  • News

(Sleman) - Estetika tata kota di Kabupaten Sleman kini tengah menjadi sorotan tajam. Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah menyediakan lokasi khusus bagi para pelaku usaha, kawasan trotoar di sekitar Lapangan Denggung justru disesaki Pedagang Kaki Lima (PKL).

​Pantauan di lokasi, tumpah ruahnya pedagang terlihat mencolok di depan aula dan sisi timur kantor polisi. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dianggap merusak pemandangan "Wajah Sleman", mengganggu akses pejalan kaki, hingga memicu kemacetan lalu lintas.

Warga menyayangkan sikap nekat para pedagang yang berjualan di atas trotoar, padahal pemerintah telah memfasilitasi tempat berjualan yang representatif di sisi utara kawasan tersebut.

"Banyak yang jualan di trotoar jalan, jadi susah untuk lalu lintas. Padahal sudah ada tempatnya di sisi utara. Kok yang jualan liar malah dibiarkan? Jadi tidak bagus tata kotanya," ujar salah seorang warga kepada media, Jumat (13/2/2026).

Kondisi ini terasa kontras dengan area sisi barat yang kini tampak cantik dengan konsep floating. Warga menyayangkan jika ikon kebanggaan seperti Taman Denggung justru terlihat kumuh akibat kerumunan yang tidak pada tempatnya.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya justru mengapresiasi atensi dan perhatian masyarakat demi kebaikan Sleman. Harda Kiswaya berkomitmen untuk mecarikan solusi terbaik bagi penataan kawasan Taman Denggung, karena juga sebagai ikon khas wisata di Sleman

"Terimakasih atas masukan dari masyarakat. Saya pribadi, juga berterimakasih atas evaluasi atau masukan warga. Ini akan segera saya tindaklanjuti," ungkap Harda Kiswaya.

Harapan senada disampaikan oleh Dewanto P Siregar, selaku tokoh muda yg peduli lingkungan dan tata ruang perkotaan. Dewanto menegaskan sangat mendukung statemen dari Bupati Sleman Harda Kiswaya terkait penataan kawasan taman Denggung.

"Saya setuju tanggapan Bupati Sleman, ya semua itu kan agar kita menjaga bersama wajah dan kawasan Sleman Sembada. Semua kita jaga tata ruangnya, dengan kesadaran secara mandiri," jelas Dewanto

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencananya, petugas akan melakukan penataan ulang di titik-titik trotoar yang disalahgunakan guna mengembalikan fungsi fasilitas publik tersebut.

"Kami Satpol PP Sleman akan melakukan cek lokasi, sekaligus memberikan pembinaan terkait fungsi jalan dan pendukungnya (trotoar dan batu jalan) dan menghimbau utk berusaha sesuai dengan regulasi yg ada tanpa merugikan kepentingan masyarakat lain. Apabila nanti tidak ada perubahan maka akan dilakukan tindakan sesuai regulasi yg ada," jelas Kepala Satpol PP Sleman, Indra Darmawan.

Salah satunya, Perda Non12 Tahun 2020 tentamg Trantibum Linmas. Dalam melaksanakan tugas penegakan Perda, akan selalu mengedepankan tindakan Persuasif, humanis tapi tidak meninggalkan sikap tegas

"Untuk itu kami sangat memohon dan menghimbau masyarakat utk menyesuaikan diri dengan peraturan daerah yg berlaku," jelasnya.

Bakar, warga Sleman lainnya berharap agar hak warga Sleman maupun wisatawan bisa kembalibnyaman menikmati suasana khas Taman Denggung.

​"Soal banyaknya PKL ini sudah dikeluhkan. Warga berharap pemerintah fokus menata, tapi memberi solusi juga agar penataan ini berkelanjutan dan pedagang bersedia menempati lapak resmi di Pasar Denggung maupun area kuliner sisi utara. Fokusnya adalah penertiban dan penataan agar kawasan Denggung kembali rapi,"pungkasnya. (Rsi)

0 Comment